Poin Highlight

  • Secretome adalah kumpulan molekul bioaktif (protein, growth factor, sitokin, dan vesikel ekstraseluler) yang disekresikan oleh sel punca, bukan sel hidup itu sendiri yang dimasukkan ke tubuh pasien.
  • Sumber utama secretome yang paling banyak diteliti berasal dari sel punca mesenkimal (MSC), termasuk yang diisolasi dari jaringan lemak (adipose-derived) maupun tali pusat (Wharton's jelly).
  • Secretome bekerja melalui mekanisme parakrin: merangsang sel-sel tubuh pasien sendiri untuk memperbaiki jaringan, menekan peradangan berlebih, dan mendukung regenerasi.
  • Pendekatan berbasis secretome dianggap lebih praktis dibanding transplantasi sel punca hidup karena tidak memerlukan penyimpanan sel yang rumit dan risiko penolakan imun lebih rendah.
  • Penelitian pada secretome terus berkembang pesat, namun bukti klinis pada manusia bervariasi tergantung kondisi yang ditangani, sehingga konsultasi dengan dokter tetap penting sebelum menjalani terapi.


Belakangan ini istilah "secretome" makin sering terdengar di klinik-klinik kedokteran regeneratif, sering kali disandingkan dengan sel punca (stem cell) dan exosome.

Ketiganya berkaitan erat, tetapi merujuk pada hal yang berbeda. Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana apa itu secretome, dari mana asalnya, apa saja kandungannya, dan bagaimana ia bekerja di dalam tubuh, berdasarkan penjelasan sejumlah rumah sakit dan tinjauan ilmiah terkini.

Mengenal Apa itu Secretome: Definisi Sederhana

Pengertian Dasar

Secretome adalah keseluruhan kumpulan molekul yang disekresikan oleh suatu sel ke lingkungan sekitarnya. Dalam konteks kedokteran regeneratif, secretome yang dimaksud umumnya berasal dari sel punca mesenkimal (mesenchymal stem cell/MSC) yang dikultur di laboratorium.

Sebagaimana dijelaskan, terapi secretome memanfaatkan cairan kaya faktor pertumbuhan hasil sekresi sel punca ini, bukan sel punca itu sendiri yang disuntikkan ke pasien.

Secretome Bukan Sel Hidup

Poin penting yang sering disalah pahami, pasien yang menjalani terapi secretome tidak menerima sel hidup ke dalam tubuhnya.

Sebuah tinjauan yang dipublikasikan di Frontiers in Cell and Developmental Biology menjelaskan bahwa efek terapeutik sel punca mesenkimal sebagian besar terjadi lewat aktivitas parakrin, yaitu pelepasan faktor-faktor bioaktif bukan karena sel tersebut berdiferensiasi langsung di lokasi cedera.

Pendekatan berbasis secretome ini disebut sebagai alternatif "bebas sel" (cell-free) terhadap transplantasi sel punca konvensional.

Kandungan di Dalam Secretome

Protein dan Growth Factor

Secretome mengandung berbagai jenis protein sinyal, termasuk growth factor seperti VEGF (vascular endothelial growth factor), FGF (fibroblast growth factor), IGF (insulin-like growth factor), TGF-beta, dan hepatocyte growth factor.

Menurut tinjauan pada Wharton's jelly MSC yang dipublikasikan di Frontiers in Cell and Developmental Biology, molekul-molekul ini berperan penting dalam angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru), perbaikan jaringan, serta modulasi respons imun.

Sitokin dan Vesikel Ekstraseluler

Selain protein terlarut, secretome juga mengandung vesikel ekstraseluler (extracellular vesicles/EV) yang terdiri dari exosome (berukuran sekitar 30-150 nanometer) dan mikrovesikel yang berukuran lebih besar.

Sebuah tinjauan sistematis di International Journal of Molecular Sciences menjelaskan bahwa vesikel-vesikel ini membawa mRNA, microRNA, lipid, dan protein bioaktif yang berperan dalam komunikasi antar sel serta perbaikan jaringan.

Sumber Sel Punca untuk Secretome

Secretome dapat diperoleh dari berbagai sumber sel punca mesenkimal, di antaranya jaringan lemak (adipose-derived stem cell/ADSC), sumsum tulang, dan tali pusat (terutama Wharton's jelly).

Penelitian yang sama menyebutkan bahwa sumber tali pusat dan jaringan lemak paling banyak diteliti karena proses pengambilannya relatif tidak invasif dan menghasilkan secretome dalam jumlah memadai.

Kualitas dan Standarisasi Produksi Secretome

Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Secretome

Sebuah tinjauan komprehensif di jurnal PMC tentang standardisasi manufaktur produk turunan secretome sel punca mesenkimal menjelaskan bahwa komposisi biomolekul di dalam secretome dipengaruhi banyak variabel produksi.

Variabel tersebut meliputi sumber donor sel, jumlah passage kultur, tingkat konfluensi, durasi masa kondisioning, jenis media kultur, hingga kondisi mikro lingkungan selama proses produksi.

Tinjauan ini menegaskan tingginya variabilitas komposisi secretome antar laboratorium apabila protokol produksi tidak distandarisasi.

Mengapa Standardisasi Penting bagi Pasien

Karena variasi produksi tersebut, kontrol mutu di tingkat laboratorium, termasuk pengujian konsentrasi protein total dan profil protein kunci sesuai target terapi menjadi faktor penentu keandalan sebuah produk secretome.

Pasien disarankan memilih fasilitas kesehatan yang transparan mengenai standar produksi dan hasil uji kualitas produk secretome yang digunakan, bukan hanya berpatokan pada istilah pemasaran.

Bagaimana Secretome Bekerja di Dalam Tubuh?

Mekanisme Parakrin

Cara kerja utama secretome adalah melalui mekanisme parakrin, yaitu molekul-molekul bioaktif yang dilepaskan akan "berkomunikasi" dengan sel-sel di sekitarnya untuk memicu respons perbaikan.

Efek Anti-Inflamasi dan Regeneratif

Studi pada penyembuhan luka yang dipublikasikan di International Journal of Molecular Sciences menunjukkan bahwa secretome MSC memengaruhi empat fase utama penyembuhan luka, seperti hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling jaringan, melalui kerja sitokin antiinflamasi dan growth factor seperti VEGF dan FGF yang mendorong proliferasi sel serta reorganisasi matriks ekstraseluler.

Aplikasi Klinis yang Diteliti

Cara kerja ini mendasari berbagai aplikasi klinis yang tengah diteliti, mulai dari nyeri sendi akibat osteoartritis, pemulihan luka kronis, hingga peremajaan kulit.

Berdasarkan penjelasan RSA UGM, terapi berbasis stem cell dan secretome mulai dilirik sebagai pendekatan regeneratif untuk pengapuran sendi karena potensinya mengurangi peradangan pada sendi yang mengalami degenerasi.

Status Regulasi Secretome di Indonesia

Payung Hukum dari Kemenkes dan BPOM

Di Indonesia, penyelenggaraan pelayanan sel punca dan produk turunannya diatur melalui sejumlah regulasi Kementerian Kesehatan, di antaranya Permenkes No. 32 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Sel Punca dan/atau Sel, serta Peraturan BPOM No. 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced (ATMP).

BPOM menegaskan bahwa produk kategori ini memiliki kompleksitas dan risiko tinggi sehingga wajib melalui pengawasan mutu, keamanan, dan khasiat yang ketat sebelum digunakan secara luas di masyarakat.

Pentingnya Memilih Fasilitas Berizin

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa sel punca maupun produk turunannya, termasuk secretome, hanya boleh diperoleh dari fasilitas laboratorium pengolah yang telah mendapatkan izin resmi dari Kemenkes dan/atau BPOM.

Bagi masyarakat, hal ini menjadi acuan penting untuk memastikan fasilitas kesehatan yang dipilih beroperasi sesuai koridor regulasi yang berlaku, bukan sekadar mengandalkan klaim pemasaran.

Kesimpulan

Secretome adalah kumpulan molekul bioaktif seperti protein, growth factor, sitokin, dan vesikel ekstraseluler seperti exosome yang disekresikan oleh sel punca, bukan sel hidup yang ditransplantasikan ke tubuh pasien.

Melalui mekanisme parakrin, secretome merangsang sel-sel tubuh pasien sendiri untuk memperbaiki jaringan dan meredakan peradangan. Pendekatan ini terus diteliti untuk berbagai aplikasi regeneratif, namun sebagaimana terapi medis lainnya, hasil dan kecocokannya berbeda-beda pada tiap individu.

Konsultasi dengan dokter yang berkompeten tetap menjadi langkah penting sebelum memutuskan menjalani terapi ini.

Referensi

  • Mitra Keluarga. Cara Kerja Terapi Secretome. https://www.mitrakeluarga.com/artikel/cara-kerja-terapi-secretome
  • RSA UGM Health Tourism. Terapi Stem Cell dan Secretome: Solusi Regeneratif untuk Pengapuran Sendi (Osteoarthritis). https://healthtourism.rsa.ugm.ac.id/2025/06/30/terapi-stem-cell-dan-secretome-solusi-regeneratif-untuk-pengapuran-sendi-osteoarthritis/
  • Drobiova H, Sindhu S, Ahmad R, Haddad D, Al-Mulla F, Al Madhoun A. Wharton's Jelly Mesenchymal Stem Cells: A Concise Review of Their Secretome and Prospective Clinical Applications. Frontiers in Cell and Developmental Biology (PMC). https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10333601/
  • The Hidden Power of the Secretome: Therapeutic Potential on Wound Healing and Cell-Free Regenerative Medicine — A Systematic Review. International Journal of Molecular Sciences (PMC). https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11899803/
  • KlikDokter. Secretome. https://www.klikdokter.com/info-stem-cell/secretome
  • Chouaib B, et al. Towards the Standardization of Mesenchymal Stem Cell Secretome-Derived Product Manufacturing for Tissue Regeneration. PMC. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10454619/
  • Kementerian Kesehatan RI. Daftar Regulasi Sel Punca (Stem Cell). https://keslan.kemkes.go.id/Selpuncaregulasi
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025: Regulasi untuk Dorong Pengembangan Produk Terapi Advanced di Indonesia. https://www.pom.go.id/siaran-pers/peraturan-bpom-nomor-8-tahun-2025-regulasi-untuk-dorong-pengembangan-produk-terapi-advanced-di-indonesia