Artikel ini telah direview oleh: dr. Rifqi Zuhri Haelami, MARS
Point Highlight
- Stem cell, secretome, dan exosome adalah tiga hal yang berbeda dalam terapi regeneratif.
- Stem cell adalah sel hidup. Secretome adalah kumpulan molekul yang dilepaskan sel punca.
- Exosome adalah gelembung nano di dalam secretome yang membawa pesan antar sel.
- Di Jakarta Stem Cell Centre (JSC), secretome menjadi pendekatan utama karena prosedurnya relatif sederhana, dan terapi stem cell (ADSC) tersedia atas indikasi dokter.
- Pilihan terapi ditentukan dokter setelah menilai kondisi Anda.
Stem cell, secretome, dan exosome sering disebut bersamaan dalam dunia kedokteran regeneratif dan kecantikan. Ketiganya berbeda dalam wujud, asal, dan cara kerjanya.
Artikel ini menjelaskan perbedaan ketiganya dengan bahasa sederhana. Isinya merangkum penjelasan dari tinjauan ilmiah, supaya Anda tahu mana yang relevan dengan kebutuhan Anda.
Apa Itu Stem Cell (Sel Punca)?
Stem cell atau sel punca adalah sel hidup yang dapat memperbarui diri dan berkembang menjadi berbagai jenis sel lain.
Pada terapi stem cell, sel hidup ini dimasukkan ke bagian tubuh yang perlu diperbaiki, misalnya sendi yang mengalami pengapuran (osteoartritis).
Sel punca untuk terapi umumnya berasal dari jaringan lemak, sumsum tulang, dan tali pusat.
Sumber ini relatif mudah diperoleh dan memiliki potensi regeneratif yang baik. Sel punca dari jaringan lemak disebut adipose-derived stem cell (ADSC).
Baca juga: Apa Itu Stem Cell? Panduan Lengkap Definisi, Jenis, dan Cara Kerja
Apa Itu Secretome?
Secretome adalah kumpulan molekul aktif yang dilepaskan sel punca saat dikultur di laboratorium.
Isinya antara lain protein, growth factor, dan sitokin. Pasien yang menjalani terapi secretome menerima cairan hasil sekresi ini tanpa sel hidup.
Secretome dapat dipandang sebagai "sari" dari manfaat sel punca. Secretome juga dapat membawa efek terapeutik sel punca tanpa menggunakan sel hidup itu sendiri.
Apa Itu Exosome?
Exosome adalah gelembung (vesikel) berukuran nano yang menjadi bagian dari secretome. Menurut tinjauan ilmiah di Journal of Cellular and Molecular Medicine, exosome bekerja sebagai kurir yang membawa protein, lemak, dan microRNA dari satu sel ke sel lain, sehingga dapat mempengaruhi aktivitas sel penerima.
Exosome juga merupakan salah satu komponen secretome. Secretome utuh turut memuat protein terlarut dan growth factor, sehingga kandungannya lebih lengkap daripada exosome yang diisolasi secara khusus.
Perbandingan Stem Cell, Secretome, dan Exosome
Dari sisi wujud, stem cell adalah sel hidup. Secretome berupa cairan berisi molekul aktif yang dilepaskan sel punca, sedangkan exosome adalah gelembung nano yang menjadi bagian dari secretome.
Isinya pun berbeda. Stem cell berupa sel utuh. Secretome memuat protein, growth factor, sitokin, dan vesikel, sedangkan exosome membawa protein, lemak, dan materi genetik berupa microRNA.
Cara pemberiannya mengikuti wujud masing-masing. Pada terapi stem cell, sel hidup dimasukkan ke tubuh. Secretome diberikan sebagai cairan hasil sekresi yang disuntikkan tanpa sel hidup, sedangkan exosome dipisahkan secara khusus dari secretome.
Cara kerjanya juga tidak sama. Stem cell dapat berkembang menjadi sel lain sekaligus melepaskan zat aktif. Zat aktif dalam secretome memengaruhi sel di sekitarnya, sedangkan exosome bertugas mengantar pesan antar sel.
Untuk Kondisi Apa Terapi Ini Digunakan?
Terapi stem cell dan secretome banyak digunakan dalam bidang ortopedi, terutama untuk pengapuran sendi (osteoartritis). Terapi ini juga dipakai pada cedera tendon, ligamen, dan cedera olahraga.
Hasilnya tidak instan, dan terapi ini tidak cocok untuk semua orang. Pasien biasanya membutuhkan beberapa sesi, dengan manfaat yang baru terasa setelah beberapa minggu hingga bulan.
Pasien dengan infeksi aktif atau gangguan pembekuan darah perlu dievaluasi dokter terlebih dahulu.
Seperti Apa Alur Terapinya?
Alur terapi dimulai dari pemeriksaan, lalu pengambilan dan penyuntikan sel, dan diakhiri rehabilitasi.
Berikut gambaran alur terapi stem cell untuk kasus sendi menurut. Alur di tiap klinik dapat berbeda, jadi tanyakan prosedur lengkapnya kepada dokter Anda.
- Dokter memeriksa kondisi sendi lewat pemeriksaan fisik dan pencitraan seperti MRI atau X-ray untuk menilai tingkat kerusakan.
- Sel punca diambil dari tubuh pasien, biasanya dari lemak atau sumsum tulang, lalu diproses dan disuntikkan ke area sendi yang bermasalah. Secretome dapat diberikan bersamaan atau sebagai terapi tambahan.
- Pasien menjalani fisioterapi ringan setelah terapi untuk memulihkan fungsi sendi secara bertahap.
Baca juga: Prosedur Suntik Secretome
Bagaimana Memilih Pendekatan yang Tepat?
Tentukan Bersama Dokter
Pilihan antara stem cell, secretome, atau exosome ditentukan oleh indikasi medis, kondisi kesehatan, dan evaluasi dokter.
Tidak ada satu metode yang paling baik untuk semua orang. Dokter akan menilai keluhan, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan penunjang sebelum menyarankan jenis terapi yang sesuai.
Sebagai salah satu klinik stem cell di Indonesia, secretome menjadi salah satu pendekatan utama untuk kebutuhan regeneratif di Jakarta Stemcell Centre (JSC).
Prosedurnya relatif sederhana, dan terapi stem cell (ADSC) tersedia sebagai opsi tambahan sesuai indikasi dokter.
Kualitas Produk Bisa Berbeda
Kualitas secretome berbeda antar penyedia karena belum ada standar produksi tunggal.
Menurut tinjauan ilmiah tentang standardisasi secretome, kualitasnya dipengaruhi oleh sumber donor, lama kultur, dan jenis media yang dipakai laboratorium.
Dua produk secretome dari penyedia berbeda dapat memiliki kandungan growth factor yang tidak sama. Hasil klinisnya pun dapat bervariasi.
Keamanan dan Regulasi
Terapi berbasis sel hidup memiliki profil risiko yang lebih kompleks daripada produk bebas sel seperti secretome atau exosome.
Tinjauan ilmiah tentang efek samping terapi sel punca mencatat bahwa sel hidup berpotensi berkembang biak atau berpindah ke luar area target.
Otoritas kesehatan di berbagai negara belum memiliki kerangka regulasi tunggal untuk secretome dan exosome.
Karena itu, kualitas dan keamanan produk sangat bergantung pada praktik klinik dan laboratorium penyedianya.
Di Indonesia, layanan sel punca diatur oleh Kemenkes dan BPOM. Kemenkes mengatur pelayanan sel punca melalui Permenkes No. 32 Tahun 2018.
BPOM menerbitkan Peraturan BPOM No. 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced (ATMP), yang mencakup produk berbasis sel dan turunannya, termasuk secretome.
Cara Menilai Penyedia Layanan
Pilih fasilitas kesehatan yang terbuka tentang sumber sel, metode produksi, dan pengawasan medis.
Kemenkes menyatakan sel punca dan produk turunannya hanya boleh diperoleh dari laboratorium pengolah yang berizin resmi, jadi pastikan legalitas fasilitasnya. Waspadai klaim pemasaran yang berlebihan tanpa dasar ilmiah yang jelas.
Jika Anda masih ragu menentukan pendekatan yang sesuai, konsultasikan dengan tim medis di klinik Jakarta Stemcell Centre untuk mendapatkan rekomendasi sesuai riwayat kesehatan Anda.
Kesimpulan
Perbedaan paling mendasar ada pada wujudnya: stem cell adalah sel hidup, sedangkan secretome dan exosome adalah produk bebas sel yang dilepaskan sel punca. Perbedaan ini ikut menentukan cara pemberian, kerumitan prosedur, dan profil risikonya.
Tidak ada pilihan yang paling baik untuk semua orang. Terapi stem cell dipertimbangkan atas indikasi dokter, sedangkan secretome umumnya menjadi pendekatan yang lebih sederhana. Mutu produk juga bisa berbeda antara penyedia, jadi pastikan fasilitas dan laboratoriumnya berizin.
Jika Anda masih ragu memilih, mulailah dari konsultasi dengan dokter. Dokter akan menilai keluhan, riwayat kesehatan, dan hasil pemeriksaan sebelum menyarankan terapi yang sesuai.
